9 Langkah Redam Amarah Saat Berkendara

9 Langkah Redam Amarah Saat Berkendara

Yang namanya mengendarai mobil memang ada saja kendala dan gangguannya. Mulai dari jalanan macet, pengemudi lain yang tidak hati-hati, sampai dengan pengendara motor yang ugal ugalan. Ujung-ujungnya sudah pasti, emosi yang meninggi dan akhirnya marah-marah di jalanan.

Sikap-sikap emosional tersebut sebetulnya bisa dicegah dengan cara yang sederhana. Karena dengan amarah yang meninggi, biasanya tindakan tidak akan bisa dikendalikan dengan baik. Walhasil biasanya berakhir dengan konflik yang tidak perlu.

Berikut ini adalah beberapa tips supaya amarah Volkswagen Mania sekalian bisa tetap terkendali saat berkendara, karena bagaimanapun juga berkendara dengan emosi yang stabil dan hati tenang itu tidak ada duanya, demi keselamatan Volkswagen Mania sekalian juga ini!

1. Mindset

Sejak awal berangkat, sebelum menyalakan mesin mobil pastikan berada dalam pikiran bahwa emosi hanya akan mengacaukan kedamaian dalam berkendara. Yang paling rentan adalah saat macet sedang melanda.

Maka dari itu, sejak awal, terutama yang berkendara, tinggal dan beraktifitas di daerah rawan macet parah, usahakan dari saat mengendarainya keluar rumah berusahalah untuk ‘memaklumi’ kemacetan tersebut. Selain itu prioritaskan bahwa tempat tujuan adalah yang utama.

2. Teman

Teman

Berkendara seorang diri di dalam kabin sesungguhnya sah-sah saja, tapi saat berkendara sendirian pengemudi akan lebih mudah untuk terprovokasi dengan kondisi yang ada di luar mobil.

Saat berada di dalam mobil, misalnya beramai-ramai dengan teman, maka akan ada sosok lain yang bisa mengantisipasi cara berkendara lain dengan cara menasehati, mengawasi, atau jika memang sudah terlanjut berlangsung konflik, ikut menyabarkan.

3. Tahan Provokasi

Yang paling menyebalkan saat bila sudah berkendara dengan hati-hati dan baik adalah ternyata kehati-hatian tersebut dilanggar dengan brutal oleh orang lain yang justru bertindak sembrono dan mengemudi seenaknya sendiri.

Provokasi yang datang umumnya dari arah yang sama. Saling mendahului antar pengguna jalan adalah hal yang wajar, tapi jangan sampai di saat ada mobil lain yang ingin mendahului kemudian membuat emosi Anda terpancing. Lebih baik persilahkan kendaraan lain tersebut untuk mendahului, merupakan hal yang sangat bijaksana. Ingat, anda bukan Jason Statham!

4. Musik

Beberapa orang masih cukup menyangsikan keberadaan musik yang bisa meredam emosi. Anggapan tersebut memang tidak seratus persen salah, karena musik yang diputar dalam saat dan jenis yang tidak tepat akan membuat emosi memuncak. Jangan pernah memutar lagu Dead Metal saat macet melanda.

Memutar radio dengan lagu-lagu dominan pop yang ringan dan ceria, atau menggunakan USB flashdisk dan kemudian diisi dengan lagu-lagu dengan bit santai akan sangat membantu mengurangi ketegangan dan emosi.

5. Timing

Suatu hal yang paling sering jadi alasan saat terburu-buru adalah bahwa sudah telat, atau mengejar waktu. Entah saat masuk kuliah, kerja atau ke tempat yang harusnya digapai dengan ontime sehingga membuat cara menyetir jadi ‘ngawur’.

Memang tidak bisa diprediksi bagaimana kondisi jalan saat ditempuh, tapi mendahului jadwal akan sangat bijaksana sehingga tidak perlu terlalu terburu buru daripada harus mepet dengan jadwal dan kemudian ‘ngebut’, karena resiko kecelakaan akan meningkat drastis

6. Peralatan

Siapa sangka bahwa fasilitas yang dibawa di dalam mobil bisa jadi akan sangat mempengaruhi emosi, kondisi psikis dan pola pikir secara tidak langsung bagi penghuni kabin. Karena fungsi dari peralatan yang dibawa tersebut secara fungsionalitas akan berpengaruh atas efek yang dialami penghuni kabin.

Maka membawa tongkat golf, pisau dapur atau peralatan yang bersifat intimidatif sangatlah tidak perlu kalau memang tidak tujuannya untuk membawa barang tersebut, meskipun hanya untuk berjaga jaga.

7. Sopir Pribadi

Berkendara sendiri memang mengasyikkan, menghargai hasil kerja keras dengan menyetirnya ke tempat kerja, kuliah atau mungkin ke acara-acara keluarga yang lainnya. Tapi hal itu juga lantas akan membuat pengemudi jadi satu-satunya korban situasi.

Maka, bagi keluarga yang sudah cukup mapan, beberapa alternatif bisa dilakukan supaya tidak menyetir mobil sendiri, seperti misalkan menggunakan jasa sopir pribadi. Bisa jadi rekan bicara, sekaligus curhat!

8. Transportasi Umum

Meskipun mungkin Anda sudah merasa memiliki mobil yang bagus dan secara fisik aman sekalipun terlibat dalam kecelakaan, tapi alangkah baiknya jika sesekali mencoba metode yang satu ini.

Menggunakan mikrolet, angkutan kota, bus atau kereta api merupakan opsi yang menarik. Karena dengan demikian Otolovers tidak perlu langsung mengalami kontak dengan pengemudi yang lainnya. Dan dari situ pulalah Otolovers juga bisa terhindar dari kebosanan.

9. Defensive Driving

Tidak ada tips yang lebih baik supaya menghindari konflik dengan pengendara lain kecuali menjadi pengendara yang defensif dan tidak berekspektasi tinggi pada kondisi jalan yang akan dilalui menuju tempat yang akan didatangi.

Menjadi pengendara defensif merupakan hal yang sangat bijaksana, mengingat tak hanya satu saja yang menggunakan jalan. Salah satu keuntungan menjadi pengendara defensif adalah jika mengalami kecelakaan, umumnya pengendara yang defensif akan diasumsikan sebagai korban, bukan tersangka.

About the Author

Leave a Comment

Facebook Comments