Jadi Pengemudi Cerdas, Cukup Kuasai Satu Hal

Jadi Pengemudi Cerdas, Cukup Kuasai Satu Hal

Kondisi jalan yang sibuk seperti di kota-kota besar, ternyata memilki punya efek negatif bagi pengemudi, khususnya dalam pengendalian emosi. Sehingga tidak jarang terjadi perkelahian atau sekedar adu mulut antar pengendara.

Roslina Verauli, pakar psikologi anak dan keluarga pernah mengatakan, maki-memaki, bahkan berkelahi di jalan dan saling meneriaki adalah efek negatif dari kondisi jalan raya yang sibuk. “Kita semua jadi agresif di jalan, karena agresif sendiri muncul dari kondisi stres yang berlebihan, dan tidak jarang meyebabkan perkelahian,” ucap Vera,

Namun, tidak seharusnya para biker dan pengemudi mobil seperti itu, bagaimanapun kondsi jalan, tetap harus bisa mengendalikan diri, dan bersikap baik. Karena meluapkan kemarahan di jalan, bahkan hingga berkelahi, tidak pernah membawa hal positif.

Mulai sekarang, belajarlah untuk bisa selalu tenang dan tidak memperdulikan apa yang terjadi. Berbekal karakter seperti itu, maka kita akan menjadi pengemudi yang lebih baik.

Tentu tidak jarang, pengemudi memiliki dorongan dari dalam diri, untuk meneriaki pengemudi lain. Jika itu dialami, sebaiknya tahan diri dan coba bersikap empati, akan apa yang mereka rasakan. Mungkin saja hari ini mereka dalam kondisi tidak baik, sehingga mempengaruhi cara berkendara, cukup ingatkan dengan cara yang santun.

Tetapi, kalau memang dorongan itu tidak sanggup ditahan, luapkanlah, tapi pastikan, setelah itu terjadi, sesegera mungkin meminta maaf.

Kemudian, apabila kita merupakan korban kemarahan di jalan, biarkan pengemudi tersebut mendahului. Jika itu terjadi, jangan keluar dari mobil atau cukup sekedar menurunkan kaca jendela mobil.

Namun, jika pengendara yang marah tersebut menghampiri, karena kita melakukan kesalahan, sebaiknya meminta maaf langsung tanpa adu argumen. Jadilah pengemudi yang cerdas, dengan menghindari konflik sebelum ada yang terluka atau dirugikan.

About the Author

Leave a Comment

Facebook Comments