Tips Antisipasi Begal

Tips Antisipasi Begal

Dear Volk, Mari kita simak beberapa tips tentang antisipasi menghindari kejahatan Begal yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat Indonesia yang kami kutip dari berbagai sumber.

Kasus kejahatan di jalan raya belakangan semakin mencuat. Korbannya tak lagi sepeda motor, mobil pun dijadikan sasaran. Sebagai pengguna kendaraan kita wajib peduli dengan keadaan ini. Jangan sampai kita sendiri yang jadi korbannya.

“Sudah banyak kasus penodongan atau begal terjadi di Jabodetabek, biasanya korban menyepelekan ketika berkendara di malam hari. Padahal harusnya kita bisa memilih waktu dan jalur yang aman agar bisa selamat sampai tujuan,” ungkap Bintarto Agung, president director Indonesia Defensive Driving Center (IDDC).

Sebagai tips mengantisipasi kejahatan di jalan raya, Bintarto punya beberapa solusi yang Ia sebut sebagai “4A”.

Awareness
Perilaku pengendara harus lebih peduli terhadap kondisi jalan yang akan dilalui. Jangan gunakan pakaian atau perhiasan yang mencolok, juga jangan gunakan kaca film yang terang. “Usahakan jangan terlihat mencolok, apalagi saat berkendara di malam hari,” kata Bintarto.

Alertness
Pilihlah waktu yang tepat untuk berkendara. Berkendara pada siang atau malam hari punya tingkat kewaspadaan yang beda. Saat malam hari tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan berkali-lipat.

“Misalnya ketika melewati perempatan atau pertigaan, berhentilah sekitar 10-20 meter sebelum lampu lalu lintas. Kemudian berjalan lambat hingga lampu berwarna hijau, hal ini memungkinkan Anda untuk segera memacu kendaraan ketika ada orang yang mencurigakan menghampiri mobil,” jelas Bintarto.

Anticipation
Mengantisipasi tindak kejahatan lewat rencana perjalanan. “Journey Management dibutuhkan untuk merencanakan jalur-jalur yang akan dilalui,” sebut Bintarto. Setelah muncul beberapa opsi jalan yang bisa dilalui, pilihlah jalan dengan potensi risiko kejahatan yang paling rendah. Anda bisa memilih jalan dengan perempatan yang paling sedikit untuk menghindari tindak kejahatan.

Attitude
Perilaku positif ketika berkendara adalah dengan menghindari tindak kejahatan. Oleh Karena itu, perilaku berkendara turut mempengaruhi potensi terkena tindak kejahatan di jalan. “Jangan berlagak kuat dengan melewati daerah rawan, lebih baik memutar jauh lewat jalan yang dinilai lebih aman,” tutup Bintarto.

About the Author

Leave a Comment

Facebook Comments